Kepada Waktu

Tertuju pada masa lalu,

Jangan kamu datang lagi ke sisi saya untuk membisikkan segala pahit dan penyesalan yang saya alami di waktu lampau. Saya tahu saat itu saya tidak terlalu memuaskanmu, tapi masa kini masih memberi saya kesempatan. Dan saya akan menjadikanmu bayang, di mana saya memperbaiki segala buruknya saya dengan yang lebih baik sekarang.

Kepada masa kini,

Terimakasih karena saya bisa bernafas dan menyayangi. Saya bisa memperbaiki dan tersenyum, saya bisa berjuang dan beristirahat.

Terimakasih karena saya bisa menyayangimu sekarang.

Kepada yang selalu membuatku penasaran: masa depan,

Saya harap kamu tidak menjadi ketakutan yang melahap saya saya. Ketakutan saya akan akhir dan kebahagiaan. Saya harap kamu akan menjadi kekuatan saya, dan awal dari senyum saya. Saya yakin yang terbaik sudah tersedia di masa depan.

 

Dari,

saya yang sibuk menghidupi masa sekarang.

Posted
 

Que sera, sera

God is in control.. Whatever will be, will be.

Posted
 

Vanilla Twilight// OWL CITY

The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
Cause I wish you were here

I'll watch the night turn light blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn't so bad
Till I look at my hands and feel sad
Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
Cause cold nostalgia chills me to the bone

But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist deep in thought because when
I think of you I don't feel so alone

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again
And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh if my voice could reach back through the past
I'd whisper in your ear:
"Oh darling I wish you were here"

Kangen.

Posted
 

Bencana Terindah

Kaulah bencana terindah

yang membuatku terjaga

di kala bulan berjaga

menanamkan sejumput perih

 

Kaulah bencana terindah

tak aku rencanakan

membuatku tertekan

mengajarkan rasa pedih

 

Kaulah bencana terindah

datang tak diundang

menumpas asa

dan arang pun

menjadi abu

Posted
 

Surat Pertama Untukmu

                                                         Senin, 17 September 2012

 

Halo, kamu yang di sana..

Setelah sekian lama aku ingin menulis surat untukmu, baru terwujud sekarang karena bingungnya aku mau menulis apa. Karena aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Mungkin ini memang bukan surat terbaik yang bisa aku tulis. Bahkan ini tak aku tulis dengan tanganku sendiri, rasanya kurang resmi. Tapi aku berharap, surat ini tidak akan mudah hancur sebagaimana jika aku menulisnya di kertas untukmu.

Ada beberapa tujuanku menulis surat ini. Pertama, aku ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Ya, walaupun aku tahu, aku tidak akan pernah cukup berterimakasih kepadamu, khususnya karena mau menungguku selama ini. Menungguku hingga tertidur, walaupun aku sangat sulit sekali bila disuruh tidur. Menungguku bersiap-siap, untuk dijemput, untuk turun dari mobil, dan banyak lagi karena begitu lelet aku ini. Menungguku selesai makan, seberapa lama pun, walau aku makan seperti seribu tahun, dan masih kamu berkata bahwa itu tidak masalah. Menunggu..menunggu..menunggu.

Kedua, untuk 'menunggu' yang terakhir. Aku ingin berterimakasih sebesar-besarnya, karena sabarmu, mau menungguku hingga siap. Kamu dan aku tahu apa artinya. Tapi dengan segala kerelaan aku ingin kamu memahami bahwa seberapa baikpun menurut kita masa depan yang kita rancangkan, sungguhlah kita tahu bahwa Tuhanlah yang terdahsyat dalam urusan hidup ini. Percayakanlah hidupmu pada sutradara terhandal hidup ini, jangan lagi kamu menungguku..

Aku bukannya tidak ingin --aku sangat ingin-- kamu menungguku. Tapi, menepis keegoisan.. aku pikir ada baiknya kamu tidak menungguku, jangan menghamburkan waktu yang kamu punya. Yang terbaik sudah disediakan bagimu, pada waktu-Nya yang sempurna. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Tidak ada yang lain.

Maaf dan terimakasih untuk waktunya, untuk mau membaca surat ini, untaian kata yang tidak sempurna ini.

Inti dari surat ini adalah, aku mengasihimu.

Tertanda,

Amani Lauretta

Posted